BERITAUP2DATE.COM, Kota Bandung merupakan Ibu Kota Provinsi di Jawa Barat. Kota Bandung juga dijuluki sebagai kota kembang, karena pada zaman dahulu bandung dinilai sangat cantik dengan banyaknya pohon dan bunga-bunga yang tumbuh di sana. Selain itu,
Kota Bandung juga disebut dengan Kota Paris van Java karena keindahannya yang mirip seperti Kota Paris di Prancis. Banyaknya mall dan factory outlet menjadikan Kota Bandung juga dikenal sebagai kota belanja, dan saat ini berangsur-angsur Bandung juga menjadi kota wisata dan Sejarah yang menyimpan jejak-jejak masa lalu yang sarat akan nilai sejarah.
Kota yang tak lepas dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia ini, memiliki banyak bangunan bersejarah yang masih terawat hingga kini. Berikut adalah 3 tempat wisata bersejarah di Kota Bandung:
Baca juga:
Gregoria Mariska Tunjung, Lolos ke Perempat Final Olimpiade Paris 2024
1. Gedung Sate
Sebagai salah satu ikon Bandung, Gedung Sate tidak hanya berfungsi sebagai gedung pemerintahan, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang populer.
Gedung ini menampilkan kombinasi arsitektur yang unik, mulai dari jendela bergaya Moor Spanyol, atap yang mengadopsi unsur Asia seperti Pura Bali dan Pagoda Thailand, hingga ornamen yang mirip dengan arsitektur Candi Borobudur.
Baca juga:
Mendag Zulkifli Hasan, Kunjungi 3 Perusahaan Pakan Ternak & Makanan Olahan di Lampung Selatan
Dibangun pada 27 Juli 1920, Gedung Sate menyimpan banyak kisah dan sejarah, termasuk pertempuran heroik pada 3 Desember 1945 yang melibatkan pemuda Indonesia melawan pasukan Gurkha.
Kini, pengunjung dapat mengeksplorasi banyak spot foto menarik dan mengunjungi Museum Gedung Sate untuk memahami lebih dalam sejarah gedung ini.
2. Jalan Asia-Afrika
Baca juga:
Lowongan Kerja di Bank BTN untuk Jalur Officer Development Program, Simak Informasi Lengkapnya!
Jalan Asia-Afrika, yang menjadi titik 0 kilometer Kota Bandung, dibangun pada masa pemerintahan Daendels dan dulunya dikenal sebagai Groote Postweg atau Jalan Raya Pos.
Nama Jalan Asia-Afrika diambil setelah Konferensi Asia-Afrika diadakan pada 18-24 April 1955.
Jalan ini menjadi pusat Kota Tua Bandung dan memiliki banyak spot foto menarik, seperti dinding bertuliskan “Bumi Pasundan Lahir Ketika Tuhan Sedang Tersenyum” karya M.A.W. Brouwer.
3. Jalan Braga
Pada masa kolonial Belanda, Jalan Braga dikenal sebagai pusat mode Bandung, yang kemudian melahirkan julukan "Paris van Java".
Nama "Braga" dipercaya berasal dari bahasa Sunda, "ngabaraga," yang berarti bergaya.
Hingga kini, Jalan Braga masih mempertahankan pesona klasiknya dan menjadi lokasi favorit bagi wisatawan, terutama generasi muda, untuk berburu foto dengan latar belakang bangunan bergaya kolonial.











